jmg

Alhamdulillah pada oktober lalu saya mendapatkan hadiah umroh gratis dari kantor.

Karena itulah saya segera bergegas untuk segera mengurus paspor. Berikut adalah pengalaman saya dalam pembuatan paspor online di imigrasi jakarta pusat

 

 

Setelah mendapat masukan beberapa rekan, saya memutuskan melakukan pembuatan paspor via pendaftaran online, oh ya ini dia alamat pendaftaran online untuk pembuatan paspor https://ipass.imigrasi.go.id:8443/  pada tanggal 22 Oktober 2015. Ternyata hingga 7 hari kedepan slot pendaftaran sudah penuh (karena memang jumlah pendaftar dibatasi). Karena itu saya akhirnya memilih tanggal terdekat yang masih kosong, dan dapatlah tanggal 6 November.

Singkat cerita, pada tanggal 6 November pun saya datang ke imigrasi Jakarta Pusat, ohya alamat imigrasi jakarta pusat ini adalah di Jl. Merpati Blok B12 No. 3, Kemayoran.  Berbekal semangat 45 saya pun berangkat pagi pagi sekali, sempet nyasar juga sih, padahal dah menggunakan google map, tapi sepertinya kompas di henpon arahnya error sehingga malah bikin nyasar. Dan jreng pukul 06:45 saya sampai di kantor imigrasi.

Karena saya mengendarai motor, maka saya parkir pas dipinggir jalan depan kantor imigrasi. Sempet tanya-tanya sih ke sekuriti terkait tempat parkir yang aman, tapi setelah mendapat penjelasan bahwa parkir di depan pun aman yah saya tetap parkir disana akhirnya.

Masuk ke halaman gedung, saya sudah melihat antrian sekitar 10 orang, sementara didalam gedung sudah tampak penuh sesak, yup terlihat beberapa orang berdiri yang menandakan bahwa kursi telah penuh terisi. Didepan pintu masuk ada pos penjagaan satpam, rupanya ini adalah proses awal verifikasi, jadi antrian tadi itu adalah untuk verifikasi kelengkapan berkas di satpam imigrasi. Jika dianggap lengkap barulah akan diberi nomer antrian.

Saya sudah was-was ketika tahu bahwa nomer antrian sudah mencapai diatas 40, tapi untunglah ternyata nomer antrian dibagi dua, ada antrian walk-in dan antrian online. Dan karena saya mendaftra online sebelumnya, maka saya akan dapat antrian online yaitu nomer 3! hehehehe...saya pun merasakan kelebihan dari pendaftran online...

 

Info dari sekuriti,,proses pembuatan paspor akan dimulai pukul 07.00, tapi ternyata realitasnya loket baru dibuka pukul 07:15. Loket dibuka dengan pengumuman dari petugas loket terkait syarat kelengkapan berkas, setelah itu petugas mulai memanggil nomer antrian. Karena saya mendapat nomer antrian online 5, maka saya pun gak perlu menunggu lama untuk segera dipanggil di loket. Diloket ternyata, berkas saya diperiksa ulang lagi, di susun oleh si mbak petugas imigrasi, lalu di beri map yang ternyata ada nomer antrian wawancaranya.

jmg

Dari loket itu, saya kemudian menuju lantai 2. tangga menuju lantai 2 ada persis di dekat loket tadi. Dan saat itu sudah menunjukan 07:20

Dilantai 2 ternyata masih sepi, bangku antrian menunggu hanya terisi oleh 4 orang. Saya duduk tepat diruang interview dan foto. Ruang interview dan foto sendiri adalah merupakan ruang terbuka dengan kaca lebar, sehingga kita yang ada diluar ruang dapat melihat keseluruhan aktifitas yang ada didalam ruang. Yupp dan saat ini saya melihat pegawai imigrasi masih mondar mandir...sebagian yang perempuan bahkan nampak sedang makeup wajahnya, sementara beberapa petugas imigrasi lainnya terlihat sedang sarapan, duh jadi lapar karena inget belum sarapan.

jmg

Pukul 08 lewat beberapa menit, proses interview dan foto mulai dibuka...sebenarnya loket interview ini sangat banyak, kalau tidak salah lebih dari 10 loket. tapi karena masih pagi maka hanya beberapa yang buka. Dan ternyata ada pada proses ini, ada loket prioritas, yaitu untuk lansia..hmm ide yang bagus.

Saat interview saya pun tiba, saya mendatangi loket (hmm lebih tepatnya meja) petugas interview, duduk lalu menyerahkan berkas. Tidak seperti yang saya bayangkan, ternyata tidak banyak yang ditanyakan, hanya nama,tanggal lahir, tujuan buat passpor, bekerja dimana, dah itu aja pertanyaanya..lalu petugas melihat berkas asli, setelah itu menscan copy berkas, lalu saya pun pasfoto untuk paspor. Setelah selesai petugas meminta slip bukti transfer bank, lalu dicap tanggal dan stempel nama petugas, lalu saya disuruh kembali untuk ambil passpor 4 hari dari hari itu.

jmg

jam 8:30 saya sudah diparkiran dan ini benar-benar diluar perkiraan saya, karena proses pembuatan passpor sangat cepat.

 

Berikutnya saya akan menceritakan proses pengambilan passpor

 

 

 

 

 Berikut adalah tips dan info terkait pembuatan paspor

1. Pastikan berkas anda lengkap, yaitu: KTP, Akta lahir, Ijazah terakhir, KK dan Surat Nikah. well sebenarnya yang dibutuhkan gak sebanyak itu tapi daripada bolak balik lebih baik dipersiapkan dengan lengkap kan..

2. Untuk berkas fotocopy, pastikan satu ukuran misalnya a4, lalu untuk FC KTP tidak perlu digunting, biarkan saja ukuran a4

3. Untuk kasus seperti saya yaitu untuk keperluan umroh, maka diperlukan 3 kata pada nama, misal nama asli saya adalah bobby cahyono, maka dari awal pendaftaran saya sudah menambahkan satu kata yaitu nama bapak saya, sehingga menjadi bobby cahyono bunyani.

4. Untuk kasus penambahan kata, diperluka surat pernyataan penambahan kata, ini bisa dibeli di koperasi imigrasi, tinggal kita isi dan tanda tangan.

5. Untuk pembuatan passpor baru, diperlukan surat pernyataan bahwa belum pernah membuat paspor sebelumnya, surat pernyataan lagi lagi bisa dibeli di koperasi imigrasi

6.Karena proses online dibatasi jumlahnya, sehingga ada resiko kuota telah penuh, maka sebaiknya anda melakukan pendaftaran online satu atau dua minggu sebelum jadwal kedatangan ke imigrasi.

7. Petugas imigrasi akan mengatakan bahwa passpor akan bisa diambil 4 hari setelah proses pengambilan foto, namun jika anda mendaftar online, maka anda bisa memantau sampai dimana proses pembuatan passpor anda, Jika status online menyatakan passpor anda sudah selesai, maka anda sudah bisa datang mengambilnya, walaupun belum 4 hari (sudah dibuktikan oleh teman saya 2 hari sudah jadi)

8. Untuk kasus saya, pendaftaran online tidak dapat memilih jumlah halaman passpor, jadi mau tidak mau ya dapat yang 48 halaman passpor

9. Untuk pendaftaran online, jika disatu kantor imigrasi sudah penuh quotanya untuk tanggal yang anda pilih, anda dapat mencoba mengganti kantor imigrasi lain yang dekat, siapa tahu quotanya masih ada.

10. Walaupun proses pembuatan passpor via pendaftran online yang saya alami cepat, tapi tidak ada salahnya anda menyiapkan makanan atau minuman serta buku sebagai pengisi waktu menunggu.

11. biaya yang saya habiskan untuk biaya pembuatan passpor 48 halaman adalah Rp300.00+55.000(biometris)+5000(admin bank)=Rp360.000

 

 Demikian pengalaman saya membuat passpor online di kantor imigrasi jakarta pusat. Semoga membantu

jmg